• Jl. Gubeng Kertajaya X C No.19, Surabaya
  • kritiksaran@serviskita.com
  • July 5, 2024
  • 0 Comments
ARM vs X86

ARM dan x86 memiliki perbedaan utama dalam arsitektur dan aplikasi penggunaannya. ARM didesain untuk efisiensi daya dan digunakan secara luas dalam perangkat mobile dan IoT, sementara x86 cenderung lebih kuat dalam kinerja dan banyak digunakan dalam desktop dan server. ARM sering digunakan dalam perangkat yang membutuhkan daya rendah dan ukuran kecil, sedangkan x86 lebih cocok untuk aplikasi yang memerlukan kinerja tinggi dan kompatibilitas luas dengan perangkat lunak.

Intel Core Ultra Resmi Meluncur

Intel baru saja meluncurkan prosesor mobile terbaru mereka, Intel Core Ultra generasi ke-14 (Meteor Lake), dalam acara “AI Everywhere”. Ini merupakan era baru bagi Intel dengan konsep “AI PC”, Prosesor ini tidak hanya meningkatkan clock speed, tetapi juga melompat ke arsitektur Intel 4 yang lebih efisien, membuka potensi baru untuk kecerdasan buatan (AI).

Hanya ada Intel Core Ultra H Series dan U Series

Prosesor mobile terbaru ini juga membawa jumlah core yang lebih banyak dari generasi sebelumnya. Seri H mencakup 16 core (6P/8E/2LPE) dengan clock speed hingga 5.0GHz, sedangkan seri U menawarkan 12 core (2P/8E/2LPE) hingga 4.9GHz.

Makin Efisien, Performa Grafis dan AI Makin Tinggi

Untuk performa, Intel mengklaim kalau Intel Core Ultra telah mengungguli para pesaingnya terutama untuk beban kerja AI dan produktivitas. hadirnya Arc GPU terintegrasi dengan aristektur Xe Core, juga membawa peningkatan performa grafis hingga 50% dibanding generasi sebelumnya, prosesor baru ini juga bakal mendukung fitur AI dengan lebih canggih, karena memiliki NPU terintegerasi untuk pengolahan AI yang lebih efektif dan efisien.

Line Up Prosesor Intel Core Ultra Series

Intel Core Ultra H Series

  • Intel Core Ultra 7 165H: 16 cores/22 threads (6P/8E/2LPE) at 5.0GHz P-core Turbo; Arc GPU (8 Xe, 2.3GHz); 2X Gen3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 7 155H: 16 cores/22 threads (6P/8E/2LPE) at 4.8GHz P-core Turbo; Arc GPU (8 Xe, 2.25GHz); 2X Gen3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 5 135H: 14 cores/18 threads (4P/8E/2LPE) at 4.6GHz P-Core Turbo; Arc GPU (7 Xe, 2.2GHz); 2X Gen3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 5 125H: 14 cores/18 threads (4P/8E/2LPE) at 4.5GHz P-Core Turbo; Arc GPU (7 Xe, 2.2GHz); 2X Gen 3 AI Boost

Intel Core Ultra U Series

  • Intel Core Ultra 7 165U: 12 cores/14 threads (2P/8E/2LPE) at 4.9GHz P-Core Turbo; Intel Graphics (4 Xe, 2.0GHz); 2X Gen 3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 7 155U: 12 cores/14 threads (2P/8E/2LPE) at 4.8GHz P-Core Turbo; Intel Graphics (4 Xe, 1.95GHz); 2X Gen 3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 5 135U: 12 cores/14 threads (2P/8E/2LPE) at 4.4GHz P-Core Turbo; Intel Graphics (4 Xe, 1.9GHz); 2X Gen 3 AI Boost
  • Intel Core Ultra 5 125U: 12 cores/14 threads (2P/8E/2LPE) at 4.3GHz P-Core Turbo; Intel Graphics (4 Xe, 1.85GHz); 2X Gen 3 AI Boost

Snapdragon X Elite, SoC Baru Qualcomm untuk Laptop Windows

Prosesor berbasis ARM dengan Ai on device pertama di dunia

Qualcomm resmi mengumumkan SoC barunya untuk laptop Windows yang sudah cukup lama dinanti, yakni Snapdragon X Elite, di Snapdragon Summit 2023. Selain berbasis arsitektur Arm, SoC tersebut mengusung CPU Oryon 12-core dan diproduksi dengan teknologi proses 4nm.

Spesifikasi Snapdragon X Elite

Snapdragon X Elite oleh Qualcomm menggunakan CPU kustom bernama Oryon berbasis arsitektur Arm, dikembangkan bersama Nuvia. Prosesornya memiliki 12 inti high-performance dengan kecepatan hingga 3,8 GHz, dua di antaranya dapat mencapai 4,3 GHz. Qualcomm mengklaim performa multi-thread Snapdragon X Elite 50% lebih baik daripada Apple M2, dan setara dengan prosesor x86 seperti Intel i7-1360P dan i7-1355U dengan konsumsi daya 65% lebih rendah.

SoC ini mendukung RAM LPDDR5X dengan bandwidth hingga 136 GB/s dan kapasitas maksimal 64 GB. Untuk penyimpanan internal, tersedia NVMe SSD PCIe Gen 4, UFS 4.0, atau SD v3.0. GPU Adreno pada Snapdragon X Elite mampu mencapai 4,6 TFLOPS, mendukung layar internal 4K 120Hz, dan tiga layar eksternal UHD atau dual 5K pada refresh rate 60Hz. Qualcomm juga mengklaim GPU Adreno dua kali lebih cepat dan menggunakan daya 74% lebih sedikit dibandingkan Intel Core i7-13800H.

Kemampuan AI On-Device

Di tengah tren perkembangan generative AI, kemampuan one-device AI pada Snapdragon X Elite sepertinya menjadi salah satu aspek utama. Qualcomm melengkapi SoC ini dengan Hexagon NPU yang punya kekuatan 45 TOPs (trilion operations per second). Itu membuatnya mampu menjalankan model LLM AI dengan lebih dari 13 Billion parameter langsung di dalam perangkat.

Kapan Laptop dengan Snapdragon X Elit Hadir?

Qualcomm mengatakan bahwa laptop Windows dengan Snapdragon X Elite diperkirakan bakal mulai meluncur ke pasaran pada pertengahan 2024 mendatang. Tentunya perangkat tersebut bakal hadir melalui OEM, namun tak dijelaskan secara pasti siapa saja yang akan menghadirkan laptop Windows dengan SoC anyar Qualcomm satu ini.

Previous Post
Perbedaan Windows, macOS, dan Linux sebagai Sistem Operasi Pada Komputer

Leave a Comment